Postingan

Menampilkan postingan dengan label pembangunan

Jalankan program pelebaran jalan, Pemkab Abdya mulai bongkar bangunan warga

Gambar
Pekerja dan staf Dinas PU mulai membongkar secara menual dua unit ruko di persimpangan jalan Irian. Kamis (11/12) foto Nizar Blangpidie, Citraaceh.com Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten setempat mulai melaksanakan pembongkaran dua unit rumah tokoh (Ruko) milik masyarakat yang telah mendapatkan ganti rugi untuk peluasan jalan. Amatan Citraaceh.com, Kamis (11/12), bangunan dua unit ruko dua tingkat semi permanen di persimpangan jalan Irian Kecamatan Blangpidie, milik ahli waris Anas Bidin Nyakseh, Muhammad Hatta dan Abudul Jalil, dibongkar secara manual oleh sejumlah pekerja yang dibantu staf Dinas PU setempat. Pembongkaran yang diawasi oleh personil Dinas Perhubungan Abdya tersebut, juga ikut disaksikan langsung oleh Asisten pemerintahan Setdakab Abdya, M. Hanafiah AK, Sekretaris Dinas PU, Amiruddin S.Pd, PPTK Dinas PU, Sabri SE serta pihak-pihak terkait lainnya. Kepala Dinas PU, Rahwadi ST melalui Sekretarisnya,...

Proyek pekerjaan jalan produksi di Singkil terkesan proyek siluman

Gambar
Singkil, Citraaceh.com Pembangunan jalan produksi menuju ke kebun masyarakat di daerah Kampung Baru Kecamatan Singkil Utara Kabupaten Singkil memalui plot anggaran Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Aceh Singkil, kini menuai pertanyaan. Penyebabnya, pembangunan jalan tersebut hingga saat ini belum ada di buat plan proyek. Doyong salah seorang warga kepada Citraaceh.com mengatakan, pihaknya sangat merasa diresahkan dengan tidak adanya ketranparansi pekerjaan proyek tersebut. Terlebih tidak pekerjaan proyek tersebut tidak satu orangpun melibatkan orang kampong setempat.“Dugaan kami, ini proyek siluman yang menguntungkan pihak-pihak terkait,”sebutnya singkat. Terkait hal tersebut, ketika wartawan Citraaceh.com mengkonfirmasi kepada PPTK Dishutbun Aceh Singkil, Amrizal, SP dengan tegas mengatakan pihaknya akan menegur rekanan pekerjaan tersebut.“Akan segera kita tegur,”sebutnya. Namun, anehnya, hingga saat ini, Rabu (10/12), pekerjaan proyek tersebut masih belum d...

Kota Banda Aceh segera akan ada fly over

Banda Aceh, Citraaceh.com Pemerintah Kota Banda Aceh akan segera merealisasikan proyek pembangunan fly over (jembatan layang) Simpang Surabaya, Banda Aceh, pada tahun 2015. Setelah proses tender, realisasi fisik proyek yang anggarannya bersumber dari dana APBN itu diperkirakan akan dimulai pada bulan April tahun depan. Hal tersebut mengemuka dalam temu pers yang digelar Pemko Banda Aceh, Rabu (19/11) pagi di ruang Rapat Wali Kota, Lantai III Balai Kota Banda Aceh. Hadir pada kesempatan tersebut, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal SE, Sekda T Saifuddin TA, Kabag Humas Pemko Banda Aceh Drs Marwan, Kadis PU Banda Aceh Ir Gusmeri, para Kepala SKPD terkait lainnya termasuk Camat Baiturrahman Ria Jelmanita, S.Sos dan Camat Lueng Bata Fadhil S.Sos MM.   Illiza memaparkan, pasca bencana gempa dan tsunami 26 Desember 2004 lalu, Kota Banda Aceh mengalami perkembangan yang cukup pesat di berbagai sektor. Hal itu, katanya, juga berimbas pada permasalahan transportasi yaitu...

Pemda Agar Kucurkan Dana 3,4 M Proyek Peta Agara

Gambar
Ilustrasi. Nizar Kutacane, CitraAceh.com Pemda Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) pada tahun 2014 telah mengucurkan dana sebesar Rp 3,4 Milyar untuk program pemetaan daerah Administrasi, profil prospektif investasi dan pembuatan data BES Komunitas pertanian. Anggran tersebut dikelola langsung Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPEDA). Kepala BAPEDA Agara, Suhailudin di ruang kerjanya, Selasa (14/11) menyampaikan, program pengadaan peta itu nantinya diharapkan segala potensi alam letak Geografis, potensi-potensi pertanian dan daerah-daerah yang rawan terhadap resiko banjir sudah dapat di akses melalui Online.“Untuk program pemetaan ini kita juga telah bekerja sama dengan pihak Telkomsel, Peta yang diprogramkan tersebut nantinya dapat di perbesar dan diperkecil,”terangnya. Lebih lanjut disebutkan, anggaran yang telah dikucurkan tersebut untuk penyusunan profil prospektif investasi di sediakan dana sebesar Rp 500 juta, pembuatan pusat data dan informasi (PUSDATIP) me...

Anggaran hingga Rp. 65 M, Proyek Muara Situlen Gelombang terkesan jalan di tempat

Gambar
Kutacane, Citraaceh.com Banyak kalangan masyarakat Aceh Tenggara (Agara) mempertanyakan proyek pembukaan jalan tembus Lw Desky Muara Situlen Gelombang yang menghubungkan kabupaten Aceh Tenggara dengan Kabupaten Singkil serta Subusalam. Pasalnya, proyek pembukaan jalan propinsi tersebut dari berbagai sumber menyebutkan sejat tahun 2011 lalu Pemprov Aceh telah mengelontrotkan anggara hingga Rp. 65 Milyar melalui Dinas Bina Marga Aceh. Dari informasi yang dihimpun Citraaceh.com, pada tahun 2011 Pemprov Aceh telah mengalokasikan dana sebesar Rp. 10 Milyar, tahun 2012 di alokasikan Rp 5,9 Milyar, tahun 2013 juga di anggarkan dana Rp 15 Milyar, tahun 2014 Rp 20 Milyar bahkan untuk tahun 2015 sudah di programkan sebesar Rp 15 Milyar. Ironisnya, anggaran yang begitu besar itu tidak mampu menyelesaian proyek yang telah diprogramkan Pemprov Aceh tersebut. Soalnya, hingga anggaran tahun 2014 mau berakhir jalan penghubung tersebut belum tembus-tembus, bahkan dilokasi proyek penin...

Kepala pengawas teknik proyek di duga merekayasa keterangan

Gambar
Para pekerja sedang bekerja tanpa menggunakan helm. M.Kasim Gayo Lues, Citra Aceh Keterangan kepala pengawas teknik proyek pembangunan tiang besi di Kecamatan Putri Betung Kabupaten Gayo Lues (Galus) diduga direkayasa. Pasalnya, ketika wartawan mengkofirmasi terkait proyek tersebut terkesan ngawur bahkan diada adakan. Proyek dengan anggaran Rp. 3.188.214.000,- yang sumber dari dana otsus APBD Galus tahun 2014 itu dikerjakan oleh rekanan PT. Arta Melta dibawah pengawasan CV. Seedex cellent consultant. Tarzudin, kepala pengawas teknis kepada Citra Aceh pernah mengatakan, proyek tersebut sudah berjalan selama 63 hari dan telah melakukan bongkar pasang tiang 235 batang oleh PT. Arta Melta,"Pemasangan dari titik nol turbin sampai keatas sepit berkisar 13 kilometer,"sebutnya. Yang memimbulkan tanya ketika wartawaan menanyakan pengawas konsultan dan pihak rekanan yang tidak berada ditempat serta banyak pekerja yang sedang bekerja terlihat tanpa menggunakan helm,"Pengawas k...

Badan jalan tertimbun longsoran, Masyarakat harap perhatian Pemerintah

Gambar
Kenderaan melintasi dengan sangat hati-hati.Senin (22/9). Kasim Gayo Lues, Citra Aceh Masyarakat kawasan jalan Blangkejeren-Kuta Cane Kecamatan Putri Betung Kabupaten Gayo  Lues (Galus) sangat mengharapkan Pemerintah Kabupaten setempat perhatikan secara  serius ruas jalan yang semakin rusak parah akibat lonsong. Pantau Citra Aceh, kondisi jalan penghubungan tersebut terlihat sangat memprihatinkan. Akibatnya, sejumlah warga terpaksa meratakan badan jalan tersebut menggunakan alat seadanya,sehingga kenderaan dapat melintasi jalan tersebut. Salah seorang warga, yang tidak  mau disebutkan namanya, kepada Citra Aceh mengatakan, jika pemerintah dan instansi terkait membiarkan jalan tersebut terus tertimbun tanah longsoran disaat hujan kemungkinan badan jalan tersebut akan putus. Untuk itu, masyarakat yang menggunakan jalan tersebut masyarakat berharap pihak terkait segera melakulan perbaikan, sehingga tranportasi berjalan lancar,"Kita mohon kepada pemerintah untuk serius m...

Tahun 2015, BPN Galus usulkan tambahan Persil ke Pusat

Gambar
Kepala BPN Galus, Juanda SH. Foto Kasim Gayo Lues, Citra Aceh Badan Pertanah Nasional (BPN) Kabupaten Gayo Lues (Galus) pada tahun 2015 mendatang akan mengusulkan 2.500 persil program nasional (Prona) ke pemerintah pusat. Sebab, di tahun 2014 BPN Galus hanya mengusulkan 1.250 persil sehingga tidak mencukupi atas minat masyarakat yang begitu tinggi. Hal tersebut ditegaskan, Kepala BPN Galus,  Juanda SH kepada Citra Aceh, Selasa(16/9) di ruang  kerjanya. Menurutnya, dengan adanya penambahan persil tersebut akan lebih menguntungkan masyarakat."Kita berharap agar pemerintah dapat merealisasikan pengadaan sertifikat tanah bagi para nelayan yang ada di daerah ini,"harapnya. Disebutkan, pada tahun 2014 BPN Perwakilan Galus mengusulkan untuk memberikan sertifikat ke masyarakat yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Galus, khususnya masyarakat dengan penghasilan rendah (MDR). Dikatakannya, untuk usulan tambahan persil tersebut yang dialokasikan terhadap m...

TAHUN 2014, PEMKAB ABDYA LAHIRKAN 16 QANUN

Gambar
Kabag Hukum Setdakab Abdya,  Yuhardi,SH Blangpidie, Citra Aceh Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya)periode 2009-2014 di tahun 2014 telah memparipurnakan 16 rancangan qanun menjadi qanun. Qanun-qanun tersebut disahkan dalam sejumlah rapat paripurna yang diikuti unsur Pemkab Abdya. Hal tersebut diakui, Kabag Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Abdya, Yuhardi,SH kepada sejumlah wartawan diruang kerjanya, Kamis (3/9). Yuhardi menyebutkan ke-16 qanun yang sudah diparipurnakan itu yakni, qanun tentang anggaran pendapatan dan belanja kabupaten, qanun tentang restribusi pelayanan kesehatan, qanun restribusi tempat khusus parkir, qanun mars dan hymne Abdya,  qanun tentang pokok-pokok pengelolaan keuangan kabupaten, qanun tentang RPJM, qanun tentang kelembagaan dan pelestarian aset. Selanjutnya, sambung Yuhardi, qanun tentang penyerahan kewenangan dan urusan pemerintah kabupaten kepada gampong, qanun tentang sistem pengelolaan pembangu...

Warga Kecamatan Setiap desak Pemerintah aktifkan TPI Tradisional

Gambar
Camat Setia, Zulkifli SP beserta staf saat meninjau bekas lokasi TPI Tradisional, Senin (1/9) foto Nizar Blangpidie,Citra Aceh Warga Kecamatan Suaq Setia Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mendesak pemerintah untuk segera mengaktifkan kembali Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Tradisonal di Desa Ujong Tanoh Kecamatan setempat. Salah seorang tokoh masyarakat, Nazli MD kepada Citra Aceh, Senin (1/9) menuturkan, di Kecamatan Setia tepatnya di Desa Ujung Tanoh pernah ada tempat pendaratan ikan yang menjadi salah satu ikon kabupaten Abdya pada waktu itu, namun sejak terjadinya konflik di Aceh teluk yang dikembangkan sekitar tahun 2002 itu secara perlahan mati akibat tidak beraninya warga mendaratkan ikan di daerah tersebut. Setelah konflik usai, masyarakat   bersama unsur muspika Kecamatan mencoba mengaktifkannya lagi TPI tradisional tersebut, namun akibat kekurangan dana untuk mengeruk teluk tersebut tidak tersedia maka hingga saat ini TPI kebangaan warga Kecamatan Setia it...