Anggaran hingga Rp. 65 M, Proyek Muara Situlen Gelombang terkesan jalan di tempat
Kutacane, Citraaceh.com
Banyak
kalangan masyarakat Aceh Tenggara (Agara) mempertanyakan proyek pembukaan jalan
tembus Lw Desky Muara Situlen Gelombang yang menghubungkan kabupaten Aceh
Tenggara dengan Kabupaten Singkil serta Subusalam. Pasalnya, proyek pembukaan
jalan propinsi tersebut dari berbagai sumber menyebutkan sejat tahun 2011 lalu
Pemprov Aceh telah mengelontrotkan anggara hingga Rp. 65 Milyar melalui Dinas
Bina Marga Aceh.
Dari
informasi yang dihimpun Citraaceh.com, pada tahun 2011 Pemprov Aceh telah
mengalokasikan dana sebesar Rp. 10 Milyar, tahun 2012 di alokasikan Rp 5,9 Milyar,
tahun 2013 juga di anggarkan dana Rp 15 Milyar, tahun 2014 Rp 20 Milyar bahkan
untuk tahun 2015 sudah di programkan sebesar Rp 15 Milyar.
Ironisnya,
anggaran yang begitu besar itu tidak mampu menyelesaian proyek yang telah
diprogramkan Pemprov Aceh tersebut. Soalnya, hingga anggaran tahun 2014 mau
berakhir jalan penghubung tersebut belum tembus-tembus, bahkan dilokasi proyek
peningkatan jalan dan pembukaan jalan Muara Situlen Gelombang itu belum terlihat adanya tanda-tanda akan di
kerjakan.
Adi
warga pasar Melantang Kecamatan Bambel Kabupaten Agara, terkait kondisi
tersebut mengatakan, dengan anggaran yang mencapai Rp. 65 Milyar itu seharusnya
jalan yang menghubungkan Tanah Alas dan Tanah Singkil itu sudah dapat di
manfaatkan masyarakat.
“Namun
kok aneh ya, hingga memasuki masa akhir anggaran tahun 2014 jalan tersebut
terkesan tidak ada pekerjaanya,”tanya Adi.
Warga
lain, Ali Oteh Baban, 40, juga menambahkan selama ini, masyarakat Kabupaten
Agara kalau pergi ke Singkil harus melalui tiga daerah, yakni Kabupaten Tanah
Karo, Kabupaten Dairi dan Kabupaten Pakpak Barat Propinsi Sumatra Utara dengan
jarak tempuh kendaraan mancapai 6-7 jam perjalanan.
“Apa
bila jalan Muara Situlan Gelombang di perkirakan hanya 60 km dan masih dalam
kawasan daerah Aceh itu seharunya pemerintah Aceh jangan hanya membuat program
tanpa merealisasikan kepada masyarakat, pada sisi lain jalan ini sangatlah di
butuhkan masyarakat tiga Kabupaten daerah pedalaman Aceh ini,”tegas Ali.
Sementara
itu, Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dari Dinas Bina Marga Aceh, Mawardi saat di hubungi
media ini melalui telepon selulernya mengatakan belum bisa memberikan
konfirmasi dikarenakan dirinya sedang rapat dan juga ketika Citraaceh.com
menyampaikan melalui pesan singkat SMS, terkait kendala proyek jalan Propinsi
itu yang belum juga di kerjakan juga tidak bersedia memberikan keterangan. (MR)
