Dishutbun Agara Alokasian dana untuk reboisasi lahan kritis
![]() |
| Kadishutbun Agara, Ishak Buhari. Foto Doc. |
Kutacane,
Citraaceh.com
Maraknya
perambahan hutan di kawasan Taman Nasional Gunung Louser (TNGL) dan hutan
lindung lainnya yang mengakibatkan sering terjadinya bencana terutama bencana longsor
dan banjir di sejumlah kawasan daalam Kabupaten Aceh Tenggara (Agara).
Menanggapi
permasalahan tersebut, Pemerintah Kabupaten Agara melalui Dinas Kehutanan dan
Perkebunan (Dishutbun) terus melakukan upaya-upaya pencegahan, salah satunya
dengan mengalokasikan dana untuk lima kecamatan membuat program Reboisasi dan
penghijauan dengan pola pengembangan karet.
“Pada
tahun 2014 kita sudah mengalokasikan dana untuk penyediaan 80.000 bibit karet
yang kita berikan kepada masyarakat yang memeliki kelompok-kelompok tani yang
disahkan oleh pemerintah,”sebut Kepala Dishutbun Agara, Ishak Buhari kepada
Citraaceh.com diruang kerjanya. Sabtu (11/10).
Lebih
lanjut disebutkan, selain karet, pihaknya juga menyediakan jenis kayu Mahoni dengan
sasaran di upayakan dilakukan penanaman sepanjang aliran sungai yang kerap
menimbulkan banjir.
“Sedangkan
pokok Mangga dan Rambutan di salurkan kepada masyarakat untuk di tanami di
perkebunan dan perkarangan rumah yang dapat bermanfaat bagi masyarakat,”terang
Ishak Buhari.
Menurutnya,
pengalokasian dana tersebut di lakukan sesuai dengan petunjuk teknis (
Juklak/Jiknis) PP Menteri kehutanan RI No: p.67/Menhut.11/2013, dengan harapan
usaha yang dilakukan pihaknya tersebut dapat menimalisir terjadinya bencana di
Agara.
“Selain
reboisasi lahan-lahan kritis yang dapat meningkatkan nilai ekonomi serta
lapangan kerja bagi masyarakat, kita juga menyalurkan bantuan berupa
obat-obatan dan alat-alat pertanian coklat,”pungkas Ishak Buhari. (MR)
