Dua Penumpang Berpaspor Curian
Kehadiran empat penumpang dengan paspor tanpa identi tas yang
benar dalam manifes pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH 370, yang hilang
pada Sabtu (8/3) dini hari lalu, menjadi misteri yang diselidiki. Dua
dari empat paspor tersebut diketahui hasil curian.
''Empat nama itu ada pada saya. Saya telah meminta intelijen kami dan juga agensi internasional untuk membantu,'' ujar Menteri Perhubungan Malaysia Hishamuddin Hussein di Kuala Lumpur, kemarin.
''Kami melihat segala kemungkinan.... Sekarang fokus kami mencari pesawat.''
Seorang petugas Malaysia mengungkapkan pengguna dua paspor curian milik warga negara Austria dan Italia itu diduga berasal dari Ukraina. ''Indikasi awal ada kesalahan keamanan,'' ungkapnya.
Agensi internasional yang diminta otoritas Malaysia untuk menyelidiki hilangnya pesawat tersebut ialah Federal Bureau of Investigation (FBI) dari AS. Badan itu pun telah mengirim tim untuk menyidik kemungkinan adanya aksi terorisme.
Selain FBI, AS juga menerjunkan tim lain yang terdiri dari unsur Dewan Keselamatan Transportasi Nasional, Administrasi Penerbangan Federal, dan juga dari perusahaan Boeing.
Pengamat teroris me dari Universitas Monash, Austra lia, Greg Barton, mengatakan ke mungkinan aksi teror tidak boleh dikesampingkan. ''Asumsi itu mungkin tidak benar, tetapi memungkinkan.''
Ketua Asosiasi Pilot Indonesia, Hasfrinsyah, mengaku sulit mengungkap hilangnya pesawat canggih dengan pilot sangat berpengalaman. ''Pesawat sudah terbang selama 2 jam, ini berarti pesawat normal, tidak ada emergency. Cuaca juga bagus.''
Menurutnya, kasus MAS MH 370 berbeda dengan hilangnya Adam Air pada 2007. ''Kalau Adam Air, saat itu cuaca buruk dan juga ada sinyal darurat. Namun, MAS MH 370 ini semua kondisinya mendukung, cuaca bagus, tidak ada sinyal emergency,'' tuturnya.
Puing foto amatir
Hingga berita ini diturunkan pukul 22.30 WIB, atau lebih dari 40 jam sejak pesawat di nyatakan hilang, MH 370 yang mengangkut 227 penumpang (tujuh di antaranya WNI) dan 12 kru belum ditemukan.
Setidaknya tujuh negara terlibat dalam pencarian pesawat jenis Boeing 777-200ER tersebut, yakni Malaysia, Singapura, Vietnam, China, Filipina, Australia, dan Indonesia.
Kemarin, armada Malaysia me nemukan tumpahan minyak sekitar 100 mil laut dari Tok Bali, Kelantan. Sampel minyak itu sudah diambil untuk diteliti apakah dari MH 370. Sebelumnya, armada Vietnam juga menemukan tumpahan minyak sejauh 153 mil laut di selatan Pulau Tho Chu, Vietnam.
Sementara itu, kapal tim pen cari dari Singapura me laporkan menemukan puing puing yang diduga re run tuhan pesawat se kitar 100 km di ba rat daya Pulau Tho Chu. Namun, be lum ada konfirmasi.
Di sisi lain, South China Morning Post memublikasikan foto amatir dari penumpang pesawat MAS penerbangan Beijing-Kuala Lumpur. Dalam foto itu tampak puing-puing mengapung di permukaan laut sekitar 90 menit penerbangan ke Kuala Lumpur. Namun, itu juga belum bisa dipastikan puing MH 370.
''Empat nama itu ada pada saya. Saya telah meminta intelijen kami dan juga agensi internasional untuk membantu,'' ujar Menteri Perhubungan Malaysia Hishamuddin Hussein di Kuala Lumpur, kemarin.
''Kami melihat segala kemungkinan.... Sekarang fokus kami mencari pesawat.''
Seorang petugas Malaysia mengungkapkan pengguna dua paspor curian milik warga negara Austria dan Italia itu diduga berasal dari Ukraina. ''Indikasi awal ada kesalahan keamanan,'' ungkapnya.
Agensi internasional yang diminta otoritas Malaysia untuk menyelidiki hilangnya pesawat tersebut ialah Federal Bureau of Investigation (FBI) dari AS. Badan itu pun telah mengirim tim untuk menyidik kemungkinan adanya aksi terorisme.
Selain FBI, AS juga menerjunkan tim lain yang terdiri dari unsur Dewan Keselamatan Transportasi Nasional, Administrasi Penerbangan Federal, dan juga dari perusahaan Boeing.
Pengamat teroris me dari Universitas Monash, Austra lia, Greg Barton, mengatakan ke mungkinan aksi teror tidak boleh dikesampingkan. ''Asumsi itu mungkin tidak benar, tetapi memungkinkan.''
Ketua Asosiasi Pilot Indonesia, Hasfrinsyah, mengaku sulit mengungkap hilangnya pesawat canggih dengan pilot sangat berpengalaman. ''Pesawat sudah terbang selama 2 jam, ini berarti pesawat normal, tidak ada emergency. Cuaca juga bagus.''
Menurutnya, kasus MAS MH 370 berbeda dengan hilangnya Adam Air pada 2007. ''Kalau Adam Air, saat itu cuaca buruk dan juga ada sinyal darurat. Namun, MAS MH 370 ini semua kondisinya mendukung, cuaca bagus, tidak ada sinyal emergency,'' tuturnya.
Puing foto amatir
Hingga berita ini diturunkan pukul 22.30 WIB, atau lebih dari 40 jam sejak pesawat di nyatakan hilang, MH 370 yang mengangkut 227 penumpang (tujuh di antaranya WNI) dan 12 kru belum ditemukan.
Setidaknya tujuh negara terlibat dalam pencarian pesawat jenis Boeing 777-200ER tersebut, yakni Malaysia, Singapura, Vietnam, China, Filipina, Australia, dan Indonesia.
Kemarin, armada Malaysia me nemukan tumpahan minyak sekitar 100 mil laut dari Tok Bali, Kelantan. Sampel minyak itu sudah diambil untuk diteliti apakah dari MH 370. Sebelumnya, armada Vietnam juga menemukan tumpahan minyak sejauh 153 mil laut di selatan Pulau Tho Chu, Vietnam.
Sementara itu, kapal tim pen cari dari Singapura me laporkan menemukan puing puing yang diduga re run tuhan pesawat se kitar 100 km di ba rat daya Pulau Tho Chu. Namun, be lum ada konfirmasi.
Di sisi lain, South China Morning Post memublikasikan foto amatir dari penumpang pesawat MAS penerbangan Beijing-Kuala Lumpur. Dalam foto itu tampak puing-puing mengapung di permukaan laut sekitar 90 menit penerbangan ke Kuala Lumpur. Namun, itu juga belum bisa dipastikan puing MH 370.
