Dinsoskertrans Abdya Tarik Dana Bantuan Dari Warga Miskin
Pihak Dinas Sosial Ketenagakerjaan dan Transmigrasi
(Dinsoskertrans) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dinilai telah
melecehkan hak warga. Sebabnya, pemberian dana bantuan senilai Rp. 10 juta yang
diperuntukan bagi setiap kepala keluarga (KK) kurang mampu di kabupaten
tersebut ditarik kembali dari warga setelah disalurkan.
Kebijakan
memilukan tersebut menimpa, Mariana,57, janda tiga anak kurang mampu warga
Gampong Meudang Ara Kecamatan Blangpidie Kabupaten setempat.
Mariana
kepada sejumlah wartawan, Rabu (24/1) menuturkan, dirinya sangat merasa
dipermalukan oleh pihak Dinsoskertrans yang menarik kembali bantuan yang
diberikan setelah hanya satu malam berselang.
“Bantuan
tersebut saya terima setelah saya mengajukan proposal permohonan bantuan dana
untuk membangun rumah ala kadarnya sebagai tempat berteduh saya dan anak-anak
saya,”aku Mariana.
Lebih
lanjut disebutkan, dirinya sangat yakin bantuan tersebut untuk dirinya. Sebab,
setelah mengajukan permohonan dana pada tahun 2012 lalu, Kementerian Sosial RI
melalui Dinsoskertrans Abdya pada akhir Desember 2013, menyalurkan bantuan
rehab rumah sebesar 10 juta per kepala keluarga yang diperuntukan bagi 30 KK
keluarga kurang mampu di Abdya.
“Dari
30 KK tersebut termasuk saya sebagai penerima bantuan, saya yakin itu. Dan pihak Dinsoskertrans Abdya telah menyalurkan
kepada saya walau keesokan harinya pihak Dinsoskertrans meminta kembali uang
bantuan itu dengan alasan nama saya tidak tercantum dalam daftar penerima dana
itu,”sebut Mariana.
Lebih
lanjut dikisahkan, sempat terjadi tarik ulur antara dinas terkait dengan pihak
keluarga Mariana, namun karena alasan malu dengan tetangga lain, akhirnya pihak
keluarga Mariana luluh sembari menyerahkan uang itu.
Menurut
Mariana, pasca kebijakan yang tidak pro rakyat yang dilakukan oleh pihak
Dinsoskertrans Abdya itu, dirinya merasa kecewa dan merasa dilecehkan. Selain
keinginannya untuk memiliki rumah sendiri menjadi sirna juga rasa malu yang
harus terus ditanggung oleh pihak keluarganya.
“Belum
lagi perekonomian keluarga saya selama ini serba kekurangan dan bertahun-tahun
saya terpaksa tinggal bersama orang tuanya yang juga sudah memasuki usia renta
semenjak saya ditinggal pergi suami 17 tahun silam, saya belum pernah mendapat
bantuan apapun dari pemerintah termasuk bantuan Konvensasi Kenaikan BBM,”sebut
Mariana sedih.
Tidak
tercantum
Sementara
itu, Kepala Dinsoskertrans Abdya, Jasman. S.Pd terkait masalah itu kepada
wartawan mengakui bahwa adanya penarikan kembali dana bantuan dari warga oleh
pihaknya.
Menurutnya,
bantuan tersebut terpaksa ditarik kembali dari Mariana, disebabkan namanya
tidak terdaftar dalam data penerima bantuan itu.
“Penarikan dana itu dikarenakan adanya kesalahan dalam
pembagian dana. Nama Mariana tidak tercantum dalam data tersebut. Namun
ketika pembagian, ketua kelompok tidak jeli dan tidak melihat daftar penerima
lagi, sehingga terjadilah kesalahan dalam penyaluran itu,” jelasnya singkat.
(TN)
